Mau Daftar CPNS? Jangan Asal Pilih Formasi. Begini Cara Memilih Formasi yang Tepat Untukmu!

Memilih formasi menjadi salah satu keputusan penting dalam persiapan seleksi CPNS. Bukan hanya soal menemukan jabatan yang terlihat menarik, tetapi juga memastikan formasi tersebut sesuai dengan pendidikan, kemampuan, lokasi yang diinginkan, hingga kesiapan menghadapi tahapan seleksi.

Bagi sebagian calon peserta, menentukan formasi bahkan bisa menjadi hal yang membingungkan. Ada yang ingin tetap bekerja dekat dengan keluarga, ada yang terbuka untuk ditempatkan di luar daerah, sementara yang lain lebih mempertimbangkan jenis pekerjaan, penghasilan, atau peluang persaingan.

Karena itu, jangan sampai memilih formasi hanya karena ikut tren atau mendengar informasi bahwa suatu formasi “sepi peminat”.

Sebelum menentukan pilihan, kamu bisa menggunakan beberapa strategi berikut.

1. Tentukan Dulu Prioritasmu

Sebelum melihat daftar formasi, coba tentukan apa yang sebenarnya menjadi prioritasmu.

Apakah kamu ingin:

  • bekerja dekat dengan keluarga;
  • mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan;
  • bekerja di instansi tertentu;
  • mendapatkan lingkungan kerja yang sesuai;
  • memiliki peluang penempatan di daerah tertentu; atau
  • mengejar jabatan yang sesuai dengan bidang keahlianmu?

Prioritas ini penting karena tidak semua formasi akan memenuhi seluruh keinginanmu sekaligus.

Misalnya, kamu memiliki prioritas untuk tetap dekat dengan keluarga. Dalam kondisi tersebut, formasi pada pemerintah daerah di wilayah yang kamu inginkan mungkin menjadi salah satu pilihan yang perlu dipertimbangkan.

Sebaliknya, jika kamu terbuka terhadap lokasi penempatan dan ingin mengeksplorasi berbagai pilihan instansi, formasi pada instansi pusat juga dapat masuk dalam daftar pertimbangan.

Jadi, jangan mulai dari pertanyaan “Formasi mana yang paling mudah?”

Mulailah dari:

“Formasi seperti apa yang paling sesuai dengan kondisiku?”

2. Pahami Perbedaan Instansi Pusat dan Instansi Daerah

Setelah mengetahui prioritas, kamu bisa mulai menentukan apakah ingin mengincar instansi pusat atau pemerintah daerah.

Secara umum, instansi pusat mencakup kementerian, lembaga pemerintah, dan instansi pusat lainnya. Sementara instansi daerah mencakup pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota.

Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penting untuk memahami pilihanmu sebelum menentukan formasi.

AspekInstansi PusatInstansi Daerah
Lingkup instansiKementerian, lembaga pemerintah, dan instansi pusat lainnyaPemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota
Wilayah kerjaDapat memiliki unit kerja di berbagai wilayah, tergantung instansi dan jabatanBerkaitan dengan wilayah pemerintahan daerah tertentu yang membuka formasi
Lokasi penempatanPerlu melihat unit kerja dan lokasi penempatan yang tercantum dalam formasiPerlu melihat daerah dan unit kerja yang tercantum dalam formasi
Jenis pekerjaanBerkaitan dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga atau urusan pemerintahan tertentuBanyak berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di daerah
Tahapan seleksiSKD menggunakan CAT BKN; SKB dapat memiliki tes tambahan sesuai ketentuan instansiSKD menggunakan CAT BKN; SKB dapat memiliki tes tambahan untuk jabatan tertentu
Lokasi kerjaTidak selalu berada di kantor pusat; cek unit kerja formasi secara detailUmumnya berada dalam wilayah pemerintahan daerah yang membuka formasi

Penting: jangan menganggap instansi pusat pasti lebih sulit atau instansi daerah pasti lebih mudah. Begitu juga jangan menganggap memilih instansi daerah otomatis membuatmu ditempatkan dekat rumah. Detail penempatan dan mekanisme seleksi tetap mengikuti pengumuman resmi masing-masing instansi.

3. Perhatikan Tahapan Seleksi yang Akan Kamu Hadapi

Setelah menentukan jenis instansi, jangan lupa melihat tahapan seleksinya.

Seleksi CPNS pada dasarnya terdiri dari tahapan administrasi, SKD, dan SKB sesuai ketentuan yang berlaku.

SKD menggunakan sistem CAT BKN dan mencakup:

  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK);
  • Tes Intelegensia Umum (TIU); dan
  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Setelah SKD, peserta yang memenuhi ketentuan dapat melanjutkan ke SKB.

Hal yang perlu diperhatikan adalah SKB tidak selalu identik untuk semua formasi. Pada instansi pusat, selain SKB dengan CAT BKN, tidak menutup kemungkinan terdapat bentuk tes tambahan sesuai ketentuan instansi. Pada instansi daerah, jabatan tertentu juga dapat memiliki tes tambahan.

Artinya, jangan hanya mempersiapkan diri untuk SKD.

Kalau sudah memiliki beberapa target formasi, mulai cari tahu juga kompetensi atau materi yang kemungkinan berkaitan dengan SKB jabatan tersebut.

4. Pastikan Formasi Sesuai dengan Jurusan dan Kualifikasi Pendidikan

Ini merupakan salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan.

Jangan sampai kamu menemukan formasi yang menarik, tetapi ternyata jurusan atau kualifikasi pendidikanmu tidak memenuhi persyaratan.

Saat melihat formasi, jangan hanya membaca nama jabatannya. Perhatikan juga:

  • kualifikasi pendidikan;
  • program studi yang diterima;
  • jenjang pendidikan;
  • akreditasi jika dipersyaratkan;
  • sertifikasi atau kompetensi tertentu;
  • pengalaman kerja jika dipersyaratkan; dan
  • persyaratan khusus lainnya.

Misalnya, dua formasi memiliki nama jabatan yang hampir sama, tetapi salah satunya hanya menerima program studi tertentu.

Karena itu, urutannya sebaiknya:

Cek jurusan → cek kualifikasi → cek persyaratan khusus → baru membandingkan formasi.

Semakin awal kamu menyaring formasi berdasarkan kualifikasi, semakin kecil kemungkinan salah memilih.

5. Pertimbangkan Lokasi Penempatan

Bagi sebagian peserta, lokasi kerja bukan sekadar persoalan jarak. Ada faktor keluarga, biaya hidup, tempat tinggal, hingga kesiapan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Karena itu, sebelum memilih formasi, perhatikan dengan teliti informasi mengenai unit kerja dan lokasi penempatan.

Jika prioritasmu adalah tetap dekat dengan keluarga, kamu bisa mempertimbangkan formasi pemerintah daerah di wilayah yang sesuai dengan kondisi tersebut.

Sementara itu, jika kamu terbuka terhadap penempatan di luar daerah, pilihan formasi bisa menjadi lebih luas.

6. Jika Mempertimbangkan Penghasilan, Jangan Hanya Melihat Gaji Pokok

Penghasilan juga menjadi pertimbangan bagi sebagian calon peserta.

Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa instansi pusat pasti memiliki penghasilan lebih besar dibandingkan pemerintah daerah, atau sebaliknya.

Besaran penghasilan ASN dapat dipengaruhi oleh berbagai komponen dan ketentuan, termasuk gaji, tunjangan, kelas jabatan, serta kebijakan masing-masing instansi atau pemerintah daerah.

Karena itu, jika penghasilan menjadi salah satu prioritasmu, cari informasi mengenai jabatan dan ketentuan penghasilan pada instansi yang kamu incar.

Jangan hanya memilih berdasarkan anggapan bahwa “instansi X pasti lebih besar”.

7. Pertimbangkan Jumlah Formasi yang Dibuka

Jumlah kebutuhan dalam sebuah formasi juga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan.

Secara sederhana, semakin banyak kebutuhan yang tersedia, semakin besar pula jumlah peserta yang dapat mengisi jabatan tersebut. Dalam mekanisme seleksi CPNS, jumlah peserta yang dapat melanjutkan ke SKB juga berkaitan dengan jumlah kebutuhan formasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Misalnya, jika sebuah jabatan memiliki kebutuhan 10 orang, jumlah peserta yang dapat masuk ke tahap SKB dapat mencapai tiga kali jumlah kebutuhan sesuai ketentuan seleksi.

Namun, jangan langsung menyimpulkan:

“Kuotanya banyak berarti pasti lebih mudah.”

Belum tentu.

Formasi dengan kuota besar juga dapat menarik lebih banyak pelamar. Sebaliknya, formasi dengan kuota sedikit belum tentu memiliki persaingan yang sangat ketat.

Karena itu, jumlah formasi sebaiknya digunakan sebagai salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam menentukan pilihan.

8. Bandingkan Beberapa Formasi Sebelum Menentukan Pilihan

Kalau sudah menemukan beberapa formasi yang sesuai, jangan buru-buru memilih satu.

Buat shortlist dan bandingkan.

Misalnya:

PertimbanganFormasi AFormasi BFormasi C
Sesuai jurusan✓✓✓
Persyaratan terpenuhi✓✓–
Lokasi sesuai✓–✓
Jumlah kebutuhan20815
Ada persyaratan khususTidakAdaTidak
Ada tahapan tambahanAdaTidakTidak
Sesuai prioritas pribadi✓✓–

Tabel sederhana seperti ini dapat membantu kamu melihat pilihan secara lebih objektif.

Kamu juga bisa memberikan prioritas sendiri berdasarkan hal yang paling penting bagimu, misalnya lokasi, kesesuaian jurusan, jenis pekerjaan, atau tahapan seleksi.

9. Jangan Lupa Mempertimbangkan Karakter Pekerjaannya

Memilih formasi bukan hanya tentang “bagaimana caranya supaya lolos”.

Kamu juga perlu membayangkan pekerjaan yang akan dijalani setelah diterima.

Cari tahu:

  • apa tugas jabatan tersebut;
  • di unit kerja mana kamu akan ditempatkan;
  • kompetensi apa yang dibutuhkan;
  • seperti apa lingkungan kerja yang mungkin dihadapi; dan
  • apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan serta minatmu.

Sebab, tujuan akhirnya bukan hanya lolos seleksi.

Kamu juga akan menjalani pekerjaan tersebut setelah resmi menjadi ASN.

10. Setelah Menentukan Target, Sesuaikan Strategi Belajarmu

Setelah memiliki target formasi, waktunya mengubah pilihan tersebut menjadi strategi persiapan.

Jangan hanya belajar ketika pendaftaran sudah dibuka.

Kamu bisa mulai dengan membagi persiapan menjadi dua bagian.

Persiapan SKD

Fokus pada:

  • TWK;
  • TIU;
  • TKP;
  • latihan soal;
  • latihan menggunakan sistem CAT;
  • evaluasi kesalahan; dan
  • meningkatkan kecepatan mengerjakan soal.

Persiapan SKB

Mulai pelajari:

  • materi yang berkaitan dengan jabatan;
  • regulasi yang relevan;
  • kompetensi teknis;
  • contoh soal atau materi SKB dari seleksi sebelumnya; dan
  • informasi mengenai tahapan tambahan jika ada.

Dengan begitu, kamu tidak hanya mengejar nilai SKD, tetapi juga sudah memiliki gambaran untuk menghadapi tahap berikutnya.

Konsisten Belajar Setiap Hari Bersama Komunitas Ayocpns

Komunitas AYOCPNS merupakan grup belajar yang dapat diikuti secara gratis. Di dalamnya terdapat mini modul mingguan, quiz soal rutin, pembahasan soal, informasi seleksi dan persiapan berkas, serta ruang diskusi berdasarkan topik.

Salah satu aktivitas rutinnya adalah mini modul yang dirilis setiap hari Senin. Setelah itu, anggota dapat mengikuti quiz dan berdiskusi bersama mengenai soal maupun materi yang sedang dipelajari.

Jadi, sambil menunggu informasi resmi mengenai seleksi CPNS berikutnya, kamu bisa mulai membangun kebiasaan belajar dari sekarang.

Gabung Komunitas AYOCPNS

Jadi, apakah kamu sudah punya formasi incaran?